Cemas adalah emosi yg Anda rasakan, selain bahagia atau sedih. Kecemasan yang seharusnya sanggup sebagai alarm dalam situasi yg membahayakan, tetapi dirasakan sangat hiperbola pada beberapa orang. Sindrom koro atau koro disease keliru satunya. Sindrom ini menandakan kecemasan dan ketakutan berlebihan jika organ kelamin akan menyusut & hilang. Pahami lebih lanjut tentang koro disease pada ulasan berikut ini.
Apa itu sindrom koro?
Sindrom koro (koro disease) adalah gangguan kejiwaan yang ditandai menggunakan rasa cemas & takut berlebihan jika penis semakin mengecil dan usang-lama akan hilang.
Kecemasan ini sebagian akbar terjadi dalam pria di negara-negara India, Cina, atau Jepang. Sindrom ini pula dikenal menggunakan genital retraction syndrome atau sindrom retraksi genital di Amerika Serikat dan Eropa.
Sebagian akbar orang dengan sindrom ini mempercayai bahwa organ intim mereka yg menyusut akan hilang. Penyusutan ukuran kelamin juga diyakini sebagai tanda peringatan bahwa kematian akan segera terjadi.
Mengapa poly pria yang terkena sindrom ini?
Periset mengamati bahwa sebagian besar yg mengalami koro disease merupakan pria muda. Penyebabnya merupakan ketidaktahuan atau kesalahpemahaman mengenai fakta tentang pubertas dan perkembangan organ intim yg sahih.
Dilansir berdasarkan page Very Well Mind, sindrom retraksi genital jua sanggup dipengaruhi sang keyakinan budaya yg berkembang pada suatu daerah. Misalnya saja orang-orang di negara Eropa yang masih memercayai mitos bahwa penyusutan penis adalah kutukan penyihir pada abad pertengahan.
Sebuah studi tahun 2008 yg diterbitkan pada Journal of German Psychology menemukan bahwa poly orang yg mencicipi kecemasan & ketakutan menggunakan mengecilnya berukuran penis selesainya melakukan perselingkuhan atau hubungan intim di luar pernikahan. Kemungkinan akbar rasa takut dan cemas tadi ada akibat rasa bersalah dan rasa malu yg tinggi.
Selain itu, pada beberapa perkara menampakan bahwa sindrom koro cenderung terjadi pada orang menggunakan riwayat penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau mempunyai gangguan kesehatan mental.
Perlu Anda ketahui bahwa ukuran penis memang akan menyusut & mengecil sang banyak faktor. Penuaan menciptakan timbunan lemak menumpuk di arteri sehingga genre darah ke penis jadi berkurang. Hal ini menyebabkan ukuran penis tidak akbar misalnya umumnya ketika ereksi (menegang).
Mengecilnya ukuran penis pula sanggup ditimbulkan oleh adanya jaringan parut bekas operasi, cedera seks atau olahraga, & adanya penyakit Peyronie, yaitu jaringan parut fibrosa yg terjadi pada kurang lebih penis sebagai akibatnya membuat penis bengkok & mengecil ukurannya.
Apa saja gejala sindrom koro dan bagaimana cara mengobatinya?
Hampir semua orang yang mencicipi koro disease mengalami pola gejala yg sama. Awalnya mereka mengalami sensasi geli dalam indera kelamin, diikuti sang agresi panik mendadak. Kepanikan tadi mengarah pada rasa takut bahwa organ intim akan menghilang. Perasaan tadi muncul karena mereka memercayai bahwa hilangnya kelamin mampu membuat mereka meninggal.
Selain perasaan cemas dan ketidaknyaman dalam alat kelamin, sindrom koro jua mengakibatkan gejala lain. Kondisi ini membuat pasien kurang percaya diri buat melakukan interaksi seksual menggunakan pasangan sebagai akibatnya melarikan diri dengan melakukan menarik diri dari sahabat atau keluarga. Bahkan dalam beberapa kasus, mengakibatkan keraguan jenis kelamin. Semua itu menciptakan pasien kesulitan tidur & merasa depresi.
Untuk mengatasi sindrom koro, dokter akan meresepkan obat antidepresan untuk mengurangi gejala. Pasien kemungkinan juga direkomendasikan buat mengikuti terapi buat belajar mengatasi agresi panik dan kecemasan. Tentunya, pasien akan diberikan pengetahuan tentang kesehatan & perubahan pada penis.
Apabila Anda merasakan indikasi dan tanda-tanda menurut koro disease atau ketidaknyamanan dalam organ intim segera lakukan pemeriksaan dalam dokter. Ini membantu Anda mengetahui penyebab, penaksiran, & perawatan yang sempurna.

0 Response to "Ketakutan Ukuran Penis Menciut? Bisa Jadi Anda Alami Sindrom Koro"
Post a Comment